Monday, July 11, 2005
Ketika
ketika kulewati jalan ini
kutahu pasti
ini tak 'kan mudah.
kerna jalan panjang depanku ini
tiada lagi seramah dulu.
"kami saling diam"
ketika kulewati jalan ini
kuputuskan 'tuk segera pergi.
kerna kuyakin dirimu
menantiku di ujung sana.
semoga saja...
Posted at 01:51 pm by eijeisan
Permalink
Monday, May 30, 2005
Mimpi Saja
seperti mimpi saja...
hadirmu,
torehkan warna di sudut senja.
ingin mimpi saja
kerna realita, tiada apa selain duka.
antara mimpi dan realita...
di sanalah aku.
Posted at 10:27 am by eijeisan
Permalink
Biduk Kecilku
ku t'lah melihatmu,
temukanmu biduk kecilku.
letih sudah diri menanti
diasing hari, dikutuki para mimpi.
tunggulah aku biduk kecilku
usah engkau kelana sendiri
kerna di sini…
cuma lorong sepi.
rengkuh aku biduk kecilku
bawa ku serta
ke sana, di kaki cakrawala…
kita bermuara.
Posted at 10:05 am by eijeisan
Permalink
Sampai Esok Hari
sampai esok hari kekasihku
penyairmu telah miskin kata
bayangmu kekar mengakar dalam jiwa
terlalu megah tuk terbingkai,
hanya lewat kata…
rindukan aku kekasihku, cuma aku
agar kumerasa ada, dicipta untuk siapa.
bila esok tiba kekasihku
peluk aku, dekap aku mentariku…
hangatkan beku jiwaku
dengan lembut sinarmu
sampai esok hari kekasihku
ku menunggu.
Posted at 09:57 am by eijeisan
Permalink
Kunanti
malam ini kunanti kau datang
bersama bintang, bulan dan langit benderang
malam ini kuyakin kan bertemu
bintang jatuhku, gelora penabur rindu
namun bila nanti mendung meraja
malam jadi buta, tatapan tiada
usah kau sedih
tiada perlu isak pedih
kerna mata hatiku sendu, melihatmu selalu
sejak saat itu…
Posted at 09:48 am by eijeisan
Permalink
Balada Eijeisan
jeisan, eijeisan
lelaki kembara, bersama keruh di hati.
tatapannya beku…
mentari berkhianat, mengelak sepikan hari
jeisan, eijeisan
bersambut mendung, di kaki langit fajar
pupus semu mimpinya…
kini sendiri, tak kuasa lalui hari.
jeisan, eijeisan
berdiri bagai batu, terasing di kaki senja.
dinanti burungnya kembara,
bersama sepi yang terlalu…
Posted at 09:41 am by eijeisan
Permalink
Hanya Hujan
kemarin saat kupulang
tiada yang sambutku…
hanya hujan
kurindu padamu
bulan sabitku…
tersenyumlah padaku.
tatapmu redup lilin, pelita hatiku yang miskin
namun bisaku hanya meragu
antara kita, jauh diasingkan waktu
Posted at 09:35 am by eijeisan
Permalink
Elang Kecilmu
ini aku, ayah
elang kecilmu yang lugu
tiada beda denganmu dulu
ku pun tahu, tiba saat bagiku.
Kutahu semua
kebisuanmu beritahuku segala
usah kali kecil matamu…
hanyutkan aku lebih dalam lagi
kemarin tlah kuucap pisah
pada teman, sekolah dan semua
tempat dulu mengadu,
sampan segala mimpi.
yah…
jaman berubah, angin ganti arah
tapi sekolah
tiada pernah kan murah
inilah jalan kita
ku tiada lagi buta
aku elang,
tahu kapan harus terbang.
tiadalah engkau gundah
pun berselimut rasa bersalah
karena derita…
adalah bahasa kita.
ini aku, ayah
elang kecil didewasakan waktu.
rengkuh, dan
ajak ku serta.
Posted at 09:26 am by eijeisan
Permalink
Tuesday, May 24, 2005
Narsis
lilin terbakar sendiri
dalam gelap, redup sekali sinarnya.
mestinya sebentar lagi masanya habis
kerna api,
terlalu ganas bagi tubuh rapuhnya...
hendak ia terangi dunia
meski gelap kian menelannya.
kini redup cahayanya...
hanya mampu terangi diri sendiri.
Posted at 12:32 pm by eijeisan
Permalink
Monday, May 23, 2005
Sajak Buat Re
t'lah hadir perempuanku
atas namanya re...
matanya cerminan hati
tempat kuberkaca, tempatku di sana
senyumnya aroma bahagia
air matanya kali suci firdausi
dengannya jiwa t'lah terbawa...
dialah re, belahan jiwaku
Posted at 03:35 pm by eijeisan
Permalink